Rabu, 14 Desember 2016

BUDIDAYA TANAMAN KOPI (dan contoh folder)

Hi, peeps! Kali ini kita mau ngeshare tugas akhir kelompok kita buat mata kuliah Teknologi Informasi dan Multimedia, yaitu membuat folder tentang komoditas kopi. Folder ini dibuat menggunakan program Microsoft Office Publisher, dan berisikan teknik budidaya, permasalahan, dan solusi yang terdapat pada tanaman kopi. Kita juga menyelipkan sedikit fakta tentang kopi, so, enjoy our project!



Kopi merupakan salah satu hasil komoditi perkebunan yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi di antara tanaman perkebunan lainnya dan berperan penting sebagai sumber devisa negara. Kopi tidak hanya berperan penting sebagai sumber devisa melainkan juga merupakan sumber penghasilan bagi tidak kurang dari satu setengah juta jiwa petani kopi di Indonesia. Lampung merupakan salah satu provinsi penghasil kopi terbaik di Indonesia. Dalam pengembangan kopi sebagai komoditas unggulan wilayah perlu diperhatikan beberapa aspek yaitu:


1. Teknik Budidaya Tanaman Kopi

PERSIAPAN LAHAN KOPI
  • Untuk tanah pegunungan/miring buat teras.
  • Kurangi/tambah pohon pelindung yang cepat tumbuh kira-kira 1:4 hingga 1: 8 dari jumlah tanaman kopi.
  • Siapkan pupuk kandang matang sebanyak 25-50 kg, sebarkan Natural GLIO, diamkan satu minggu dan buat lobang tanam 60 x 60, atau 75 x 75 cm dengan jarak tanam 2,5×2,5 hingga 2,75 x 2,75 m minimal 2 bulan sebelum tanam
PEMBIBITAN KOPI
  • Siapkan biji yang berkualitas dari pohon yang telah diketahui produksinya biasanya dari penangkar benih terpercaya.
  • Buat kotak atau bumbunan tanah untuk persemaian dengan tebal lapisan pasir sekitar 5 cm.
  • Buat pelindung dengan pelepah atau paranet dengan pengurangan bertahap jika bibit telah tumbuh.
  • Siram bibitan dengan rutin dengan melihat kebasahan tanah.
  • Bibit akan berkecambah kurang lebih 1 bulan, pilih bibit yang sehat dan lakukan pemindahan ke polibag dengan hati2 agar akar tidak putus pada umur bibit 2 -3 bulan sejak awal pembibitan.
  • Tambahkan pupuk NPK sebagai pupuk dasar (lihat tabel) hingga umur 12 bulan.
  • Siramkan SUPERNASA dosis 1 sendok makan per 10 liter air, ambil 250 ml per pohon dari larutan tersebut.
  • Setelah bibit umur 4 bulan semprotkan 2 tutup POC NASA per tangki sebulan sekali hingga umur bibit 7-9 bulan dan siap tanam.
PENANAMAN KOPI
  • Masukkan pupuk kandang dengan campuran tanah bagian atas saat penanaman bibit.
  • Usahakan saat tanam sudah memasuki musim hujan.
  • Lakukan penyiraman tanah setelah tanam.
  • Hindarkan resiko kematian tanaman baru dari gangguan ternak.
PENYULAMAN KOPI
Lakukan penyulaman segera jika tanaman mati atau gejala pertumbuhannya tidak normal.
Penyulaman dilakukan awal musim hujan.
Paduan lengkap budidaya kopi
PENYIRAMAN KOPI
  • Lakukan penyiraman jika tanah kering atau musim kemarau
PEMUPUKAN KOPI
  1. Pemupukan NPK diberikan dua kali setahun, yaitu awal dan akhir musim hujan.
  2. Setelah pemupukan sebaiknya disiram.
  3. Cara pemupukan dibuat lubang kecil mengelilingi tanaman sejauh ¾ lebar tajuk, pupuk dimasukan dan ditutup tanah. Akan lebih baik ditambah pupuk organik SUPERNASA dosis 1 botol untuk ± 200 tanaman. 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon atau siram atau kocorkan SUPERNASA 1 sendok makan per 10 liter air setiap 3-6 bulan sekali.
  4. Apabila tanaman sudah berproduksi tambahkan pupuk khusus pembuahan, yaitu POWER NUTRITION. POWER NUTRITION adalah pupuk organik yang diformulasikan secara khusus untuk merangsang mengoptimalkan pertumbuhan dan meningkatkan produksi buah pada tanaman kopi. POWER NUTRITION dibuat dari beragam bahan alami yang mengandung unsur hara esensial yang sangat dibutuhkan tanaman untuk meningkatkan pembuahan. Pemberian POWER NUTRITION bisa dicampurkan dengan pemupukan SUPERNASA dengan dosis sama seperti dosis pemberian SUPERNASA.
  5. Untuk pemeliharaan semprotkan POC NASA 3-4 tutup + HORMONIK 1-2 tutup per tangki setiap 1 bulan sekali.
PEMANGKASAN KOPI
Lakukan pemangkasan rutin setelah berakhirnya masa panen (pangkas berat) untuk mengatur bentuk pertumbuhan, mengurangi cabang tunas air (wiwilan), mengurangi penguapan dan bertujuan agar terbentuk bunga, serta perbaikan bagian tanaman yang rusak. Pemangkasan pada awal atau akhir musim hujan setelah pemupukan

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
H A M A KOPI
  • Bubuk buah kopi (Stephanoderes hampei) serangan di penyimpanan buah maupun saat masih di kebun . Pencegahan dengan PESTONA atau BVR secara bergantian.
  • Penggerek cabang coklat dan hitam (Cylobarus morigerus dan Compactus ) menyerang ranting dan cabang. Pencegahan dengan PESTONA.
  • Kutu dompolan (Pseudococcus citri) menyerang kuncup bunga, buah muda, ranting dan daun muda, pencegahan gunakan PESTONA, BVR atau PENTANA + AERO 810 secara bergantian.
PENYAKIT KOPI
  • Penyakit karat daun disebabkan oleh Hemileia vastatrix , preventif semprotkan Natural GLIO.
  • Penyakit Jamur Upas disebabkan oleh Corticium salmonicolor : Kurangi kelembaban , kerok dan preventif oleskan batang/ranting dengan Natural GLIO + POC NASA.
  • Penyakit akar hitam penyebab Rosellina bunodes dan R. arcuata. Ditandai dengan daun kuning, layu, menggantung dan gugur. preventif dengan Natural GLIO.
  • Penyakit akar coklat penyebabnya : Fomes lamaoensis atau Phellinus lamaoensis preventif dengan Natural GLIO.
  • Penyakit bercak coklat pada daun oleh Cercospora cafeicola Berk et Cooke pencegahan dengan Natural GLIO.
  • Penyakit mati ujung pada ranting.Penyebabnya Rhizoctonia. Preventif gunakan Natural GLIO.
  • PANEN KOPI
  • Kopi akan berproduksi mulai umur 2,5 tahun jika dirawat dengan baik dan buah telah menunjukkan warna merah yang meliputi sebagian besar tanaman, dan dilakukan bertahap sesuai dengan masa kemasakan buah.
PENGOLAHAN HASIL KOPI
Agar dipersiapkan terlebih dahulu tempat penjemuran, pengupasan kulit dan juga penyimpanan hasil panen agar tidak rusak akibat hama pasca panen. Buah panenan harus segera diproses maksimal 20 jam setelah petik untuk mendapatkan hasil yang baik.





2. Permasalahan dalam Budidaya Tanaman Kopi


Adanya organisme pengganggu tanaman yang menyebabkan penyakit pada tanaman kopi seperti karat daun, jamur upas, mati ujung ranting, akar hitam, dll. Selain itu tanaman kopi juga diserang hama seperti nematoda parasite, penggerek buah kopi, dan gulma seperti alang-alang.

3. Solusi Permasalahan

a. Melakukan pengaturan penanaman pohon pelindung.
b. Menggunakan bibit kopi yang tahan terhadap penyakit.
c. Menggunakan parasitoid Cephalonomia stephanoderis dan jamur patogen Beauvearria bassiana.
d. Penggunaan pestisida sebagai pilihan terakhir, apabila organisme pengganggu tanaman sudah tidak bisa dikendalikan lagi.


-Contoh Folder Tanaman Kopi-


Designed by: Ferentia 


Daftar Pustaka

http://perkebunan.litbang.pertanian.go.id/wp-content/uploads/2012/08/perkebunan_budidaya_kopi.pdf
http://peluang-usaha-mulia.blogspot.com/2011/10/isu-dan-permasalahan-dalam-industri.html

Posted by Cindy Hosiani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar